Entri Populer

Kamis, 10 Februari 2011

Manajemen - Manajemen Dahulu dan Sekarang


Latar Belakang Sejarah Dari Manajemen
Usaha-usaha terorganisasi di arahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian telah ada sibuan tahun, Piramida di Mesir dan Tembok Besar Cina merupakan buktinyata bahwa proyek-proyek yang ukurannya luarbisa besar, yang menggunakan puluhan ribu manusia, telah di laksanakan jauh sebelum zaman modern.

Manajemen Ilmiah
Manajemen Ilmiah merupakan penggunaaan metode ilmiah untuk menentukan satu-satunya cara terbaik untuk penyelesaian pekerjaaan.

Kontribusi Penting
Kontribusi penting dalam manejemen ilmiah di lakukan oleh Frederick W. Taylor dan Frank Serta lillan Gilberth
Frederick W. Taylor
Frederick Winslow Taylor (lahir 20 Maret 1856 – meninggal 21 Maret 1915 pada umur 59 tahun) adalah seorang insinyur mekanik asal Amerika Serikat yang terkenal atas usahanya meningkatkan efesiensi industri. Ia dikenal sebagai "bapak manajemen ilmiah" dan merupakan pemimpin intelektual dari Gerakan Efesiensi
Peninggalan Taylor yang paling terkenal dalam ilmu manajemen adalah ide tentang penggunaan metode ilmiah dalam manajemen. Ide ini muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah "teknik terbaik" dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.

Frank dan lillan Gilberth
Frank Bunker Gilbreth (7 Juli 1868-14 Juni 1924) adalah penganjur manajemen ilmiah dan perintis studi gerak dan waktu. Ia juga terkenal sebagai bapak dan tokoh sentral dalam novel Cheaper by the Dozen. Pendidikan Gilbreth hanya sampai sekolah menengah atas. Setelah bekerja sebagai pekerja bangunan, ia menjadi kontraktor bangunan, dan berlanjut menjadi ahli manajemen. Gilbreth menemukan bidang penelitian yang disukainya ketika masih bekerja sebagai kontraktor bangunan. Pada waktu itu, ia mencari cara tercepat dan termudah untuk mendirikan tembok dari batu bata. Bersama ilmuwan yang kemudian menjadi pasangan hidupnya,Lillian Moller Gilbreth, ia meneliti kebiasaan kerja pegawai tingkat klerikal dan manufaktur dalam usaha mencari cara meningkatkan hasil kerja dan membuat pekerjaan mereka menjadi mudah. Bersama istrinya, ia mendirikan firma konsultasi manajemen bernama Gilbreth, Inc

Para Ahli Teori Administrasi Umum

Para Ahli Teori Administrasi Umum adalah para penulis yang mengembakan sejumlah teori umum menengai apa yang di lakukan manajer dan apa yang membentik praktik manajemen yang baik.
Henri Fayol 
Henri Fayol adalah seorang teoris manajemen atau administrasi asal Perancis. Fayol adalah salah satu kontributor paling berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu administrasimodern. Peninggalan Fayol yang paling terkenal adalah tentang lima fungsi utama manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengkoordinasi, dan mengontrol (Fayol, 1949, 1987). Menurut Fayol, praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. Fayol terkenal akan 14 prinsip manajemennya. Prinsip ini disebut Fayol dalam karya aslinya sebagai 14 prinsip administrasi. Perbedaan terjemahan dan kiblat ilmu antara Anglo Saxon dan Continental menyebabkan banyak orang memahami Fayol sebagai teoris manajemen. Padahal ini disebabkan karya aslinya, "Administration Industrielle et Generale" yang diterjemahkan ke bahasa inggris "General and Industrial Management”


Max Webber
Max Webber adalah ahli sosiologi jerman yang mempelajari kegiatan organisasi. Webber yang menulis pada awal 1990an mengembangkan sebuah teori struktur wewenang dan hubungannya, Webber menggambarkan tipe ideal organisasi yang disebut birokrasi. Birokrasi yaitu bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetepan yang rinci, dan sejumlah hubungan imprasional.

Pendekatan Kuantitatif pada Manajemen
Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan.

Sumbangan sumbungan penting
Manajemen mencakup penerapan statistik, model optimisasi,model informasi, dan simulasi computer terhadap aktivitas manajemen.sebagai contoh pemrogaman linear adalah teknik yang dapat digunakan para manajer untuk memperbaiki keputusan, pengalokasian sumber daya. Penjadwalan kerja dapat lebih efesien sebagai hasil dari analisis penjadwalan jalur kritis.

Menuju Pemahaman tentang perilaku Organisasi
Bidang kajian yang berkaitan dengan tindakan atau prilaku manusia di tempat kerja di sebut prilaku organisasi.

Pendukung-pendukung Awal
Ada empat orang yang menonjol sebagai pendukung awal pendekatan prilaku organisasi tersebut. Mereka itu adalah Robert Owen, Hugo Munsterberg, Mary Parker, dan Chester Barnard.



Kajian Hawthorne
Kajian Hawthrone  adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja

Pendekatan Sistem
Sekelompok bagian yang saling terkait dansaring tergantung yang diatur dalam satu kesatuan.
Sistem tertutup adalah System yang tidak di pengaruhi oleh atau tidak berinteraksi dengan lingkungannya.
Sistem terbuka adalah system yang secara dinamis berinteraksi dengan lingkungannya.


Pendekatan Kontingensi
Pendekatan Kontingensi adalah suatu pendekatan yang menyatakan bahwa organisasi adalah berbeda, menghadapi situasi yang berbeda, dan memerlukan cara yang berbeda.

Pendekatan Kontingensi dan Manajer
Pendekatan kontingnesi  bagi manajemen adalah secara intusi logis karena organisasi dan bahkan unit di dalam organisasi yang sama adalah beragam. Baik dalam besarnya, tujuan, pekerjaan dan kesukaan.

Tren dan Permasalahan Saat Ini

Globalisasi
Globalisasi dapat menjadi Kontroversional , setelah serangan teroris di amerika Serikat pada 11 september, beberapa orang mempertanyakan apaka “ Keterbukaan” globalisasi telah membuat Negara-negara menjadi lebih rentan terhadap konflik tentang perbedaan politik dan budaya



Etika
saham yang diluangkan oleh para manajer puncak yang kini telah pensiun Key Lay dari enron, sam Waksal dari ImClone, Gary Winnick dari global Crossing, dan Dennis Kozlowski ketika mereka menjual sahamnya saat harga saham perusahaan mencapai puncaknya 

Keragaman Angkatan Kerja
Keragaman angkatan kerja yang lebih hiterogen dalam jenis kelamin, ras, etnis, usia, dan karakteristik lain yang mencerminkan perbedaan.

Kewirausahaaan
Kewirausahaan adalah proses dimana seseorang atau kelompok orang menggunakan usah dan sarana yang terorganisasi untuk mengejar peluang guna menciptakn nilai dan bertumbuh dengan memenhi keinginan serta kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tanpa memandang apa sumber daya sekarang di kendalikannya.

Mengelola dalam Dunia E-Bisnis

Istilah yang komprehensif yang menggambarkan cara organisasi melakukan pekerjaanya dengan menggunakan pekerjaannya dengan menggunakan jaringan elektronik dengan para anggota bisnis kunci untuk secara efisiensi mencapai sasarannya .

E-Cormmerce
Merupakan penjualan dan pemasaran E bisnis

Intranet

Sistem komunikasi organisasi internal yang menggunakan teknologi Internet dan apat diakses hanya oleh karyawan organisasi saja 



Manajemen Pengetahuaan dan Organisasi Pembelajaran
Manajemen Pengetahuaan dan Organisasi Pembelajaran adalah organisasi yang telah mengembangkan kapasitasnya untuk secara terus-menerus belajar, beradaptasi dan berubah

Manajemen Mutu
Manajemen mutu adalah filosofi manajemen yang didorong oleh perbaikan yang berkelanjutan dan tanggapan terhadap kebutuhan dan harpn pelanggan. Tujuannya dalah menciptakan organisasi yang berkomitmen pada perbaikan proses kerja yang berkelanjutan.
Manajemen mutu :
1.    Fokus yang kuat pada pelanggan 
2.    Perhatian bagi perbaikan berkelanjutan
3.    Berfokus pada proses
4.    Perbaikn mutu segala sesuatu yang dilakukan organisasi
5.    Pengukuran yang tepat 
6.    Memberdyakan para karyawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar